Showing posts with label Opini. Show all posts
    Showing posts with label Opini. Show all posts

    9/08/2012

    Sakit Hati Untuk Memotifasi Diri

    Hidup penuh liku liku. Ada suka ada duka. Itulah penggalan lirik sebuah lagu dangdut. Penyanyinya siapa saya juga lupa. Benar adanya. Hidup ini memang penuh dengan liku-liku. Kadang kesenangan menghampiri kita. Tapi kadang kesedihan yang menjadi sahabat kita. Yang menjadi penting adalah bagaimana kita menyikapinya. 

    Bagaimana kita mengambil hikmah dari setiap apa yang kita alami. Saat kebahagian menjadi sahabat kita. Kita juga harus sadar bahwa dibalik kebahagiaan tersebut Alloh sedang menguji kita. Apakah kita tidak lalai saat kebahagiaan sedang bersahabat dengan kita. Apakah kita tidak kufur saat kebahagiaan akrab dengan kita. 

    Begitu juga saat kesedihan menghampiri kita. Kita harus bisa mengambil hikmah dari kesedihan itu. Kita harus instropeksi  dan evaluasi diri. Setelah itu kita pun harus bisa memotivasi diri agar tidak jatuh dan berlarut dalam kesedihan. Saatnya menjadikan momentum untuk bangkit.

    Demikian. Mudah-mudahan bermanfaat. Salam

    8/23/2012

    Mempertanyakan Kembali Independensi Media

    Reformasi tahun 1998 telah membawa perubahan bagi Bangsa Indonesia. Alam demokrasi membawa angin segar untuk kebebasan berpendapat. Seiring dengan kebebasan berpendapat, media pun bermunculan bak jamur di musim penghujan. Apalagi dengan perkembangan dunia internet yang begitu pesat, media pun berkembang sejalan dengan itu.

    Di era reformasi sekarang ini, media diharapkan bisa menjadi instrumen yang fundamental dalam perkebangan bangsa Indonesia kedepannya. Media diharapkan dapat menjadi kontrol sosial terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak sejalan dengan ruh reformasi. Untuk mencapai semua itu diperlukan independensi media. Media harus terlepas dari intrik-intrik politik dan kekuasan. Media harus bebas dari campur tangan politik dan kekuasaan. Prinsip-prinsi jurnalistik harus dipengang teguh dalam menyampaikan berita.

    Melihat media yang ada di Indonesia  saat ini, kalau Sutan Botoegana bilang " Ngeri-ngeri sedap". Bagaimana bisa begitu, mari kita tenggok media-media yang ada di Indonesia. Media-media di Indonesia dikuasia oleh beberapa gelintir orang dan meraka adalah elit parpol tertentu. Saya adalah warga negara Indonesia yang Independen. Saya bukan simpatisan partai tertentu. Bukan juga aktif di ormas atau golongan tertentu. Kadang, saya merasakan sesuatu yang aneh dari sebuah pemberitaan. Keberfihakan terhadap golongan tertentu  terasa sekali dalam sebuah pemberitaan. Aroma jual beli pemberitaan juga sering ditemui di media tertentu. Iklan pun kadang dikemas dalam sebuah pemberitaan tanpa kita sadari bahwa kita dipaksa untuk menikmati iklan tersebut. Biasanya iklan-iklan seperti ini banyak untuk urusan pemilu ataupun pilkada.

    Disadari atau tidak, dipungkiri atau tidak, media berberan besar membentuk pola pikir pembacanya. Media bahkan dapat merubah paradigma dan pola pikir seseorang. Maka dari itu kita diharapkan kritis dan harus pandai-pandai memfilter pemberitaan media. Jangan ditelan mentah-mentah pemberitaan yang ada di media. Kita terus berharap kedepannya, mudah-mudahan media di Indonesia dapat lebih baik lagi. Independensinya tetap terjaga. Aturan main ataupun Undang-undang yang mengatur tentang media (pers) dapat direvisi sesuai dengan tuntutan zaman.

    Demikian, Salam,

    7/20/2011

    Yang Tak Tersampaikan

    Sudah menjadi fitroh dari manusia untuk mengekspresikan diri, meluapkan emosi dari apa yang dia rasa. Akan sangat menyakitkan jikalau apa yang kita rasakan tidak bisa tersampaikan. Mungkin itulah yang kita rasa sekarang ini. Betapa tidak, setiap hari kita dipertontonkan dengan dagelan politik ala parpol beserta cecungus-cesungus busuk itu. Seolah-olah mereka yang sering muncul di media itu mewakili rakyat Indonesia sepenuhnya. Tak kalah hebohnya, sebagian media yang menjadi alat politik tokoh tertentu ikut pemprovokasi dan memanaskan suasana. Ya, diakui atau tidak sebagian dari media independensinya perlu diragukan. Media tidak lagi obyektif dalam menyampaikan berita. Media menjadi alat politik, sebagai alat pencitraan dan juga sebagai alat untuk membunuh karakter lawan.

    Sebagai warga negara, warga masyarakat biasa tentunya kita merasa turut prihatin dengan kondisi bangsa kita. Tapi apalah daya kita ini, warga negara biasa tanpa pangkat dan jabatan bisa berbuat banyak untuk negara ini. Sempat terbayang seandainya bisa menjadi manusia super layaknya Goku, Spiderman atupun Batman, pasti sudah ku botakin kepala cecungus-cecungus busuk perusak negara ini. Sempat juga terbayang bagaimana mengubah bangsa ini ke arah lebih baik dengan menghilangkan satu generasi  bangsa ini. Biarlah anak-anak SD yang memimpin bangsa ini, yang hati dan fikirannya masih bersih, biarlah anak-anak TK yang menjadi anggota DPR yang  belum terinfeksi kebusukan-kebuskuan anggota DPR sekarang ini. Toh, kata Alm. Gusdur, anggota DPR sekarang ini tidak lebih baik dari anak-anak TK.


    Tulisan ini memang tidak penting untuk dibaca, tulisan ini hanya media bagi saya (penulis) menuangkan rasa marah, jengkel, muak dan sebagainya yang campur aduk jadi satu melihat kondisi bangsa ini. Tidak ada maksud sedikitpun untuk mendiskreditkan siapapun ataupun golongan apapun dalam tulisan ini. Penulis bukan simpatisan dari partai tertentu ataupun dari ormas tertentu. Penulis hanyalah warga negara biasa yang ingin mengungkapkan apa yang dia rasa. Karena hanya dengan menulis ini penulis bisa menyampaikan apa yang tidak bisa penulis sampaikan.


    Satu kata penutup dari penulis : LEGA... (isoh muring-muring)

    11/23/2008

    Ngeblog Sebagai Budaya

    Melihat perkembangan dunia blog di Indonesia yang berkembang begitu pesatnya, tentunya membuat kita bangga. Banyak bermunculan blogger-blogger newbie yang semakin menambah pluralitas blog Indonesia. Mudah-mudahan dengan media blog ini bisa lebih mengenalkan indonesia di dunia internasional. Banyak bermunculan community of blogger diberbagai daerah. Ajang-ajang penghargaan para bloger pun bermunculan. Mungkin yang masih hangat adalah Pesta blogger yang diadakan di Jakarta bulan ini. Dengan adanya event-event yang memberikan penghargaan kepada para blogger setidaknya bisa memberikan trigger bagi para blogger untuk terus berkarya.
    Sebenrnya banyak sekali manfaat yang kita peroleh dengan kegiatan ngeblog ini. Selain manfaat yang begitu banyak, kegiatan ngeblog juga penuh dengan tantangan. Kenapa demikian?

    Mari kita teliti satu per satu dimana letak tantangannya:
    Pertama, yang pasti bagi seorang blogger, diaharus punya blog (he..he.. ya iyalah klo ga' punya blog namanya bukan blogger). Banyak sekali provider blog yang menyediakan blog gratis untuk kita, diantaranya blogspot dan wordpress. Untuk membut sebuah blog tidaklah sulit, tantangan yang ada barangkali adalah bagaimana membuat blog itu menarik. Menarik dalam arti mempunyai konsep, baik konsep tentang tema blog itu sendiri ataupun konsep tentang layout blog itu. Halah.... opo meneh kui, aku yo ga dong! Hehe... nyontek pemikiran mas Sosaaranda
    .
    Kedua, mengenai isi blog. Kegiatan ngeblog tidak bisa dipisahkan dengan kegiatan menulis. Betul tidak? Mungkin sebagian ada yang jawab betul dan sebagian juga ada yang tidak. Lho... kok tidak, kalau tidak blog kita mau di isi apa kalau bukan diisi tulisan kita? Hehe... kan bisa COPAS alias Copy Paste dari blog lain. Hehe... jadi malu coz isi dari blog ini masih banyak copas! Tapi ga pa palah... buat awalan aja, yang penting sekarang Thole (Hehe..panggilan untuk saya dari kakak2 dan bapak ibu kalau dirumah) sudah ada kemauan untuk tidak copas lagi. Mending ngak posting lama dari pada harus copas (cie...suit2). O ya hati2 dengan kegiatan copas dari blog/situs lain tanpa mencantumkan identitas pemilik/pengarangnya. Kalau pengarangnya ga terima bisa diadukan ke provider blog untuk bandded blog kita.. Katanya sich!!
    And the last atau yang ketiga adalah... Promosi
    Ampun dah kalau yang satu ini, susah! Inilah tantangan terberat, bagaimana mengenalkan blog kita ke pengguna internet yang lain. Disini kita dituntut untuk belajar marketing online. Sebagus apapun isi blog kita kalau ga dikenal orang lain kan sayang... bukan percuma lho, coz menurut Thole didunia ini tidak ada yang percuma. Semua pasti akan ada reaksi dari aksi yang kita lakukan. walaupun hanya seberat biji zaroh. Hehe...betul ga? Tapi btw Pusing juga ni promosikan blog ini, dari kemarin masik page ranknya 0 trus padahal sudah hampir 6 bulan buat blog ini. Buat master-master SEO please help me to increase my blog traffic!

    And the last i just want to invite all people in Indonesia. Let's make Bloging become Our Habbit, Let's make Bloging to be our culure. Sebenarnya kita bisa berkaca dari tetangga sebelah negara kita. Di Malaysia untuk mencalonkan menjadi anggota Dewan paling tidak harus mempunyai sebuah blog. Lewat blog inilah mereka bisa menyampaikan visi dan misinya. How about Indonesia? I hope so...
    Oke buat sahabat- sahabat blogger. Waktunya undur diri. Bersama Thole, mari Jadikan Ngeblog sebagai Budaya...

    LET'S MAKE BLOGING TO BE OUR CULTURE

    11/10/2008

    Badai Pasti Berlalu


    Krisis ekonomi yang terjadi di Amerika benar-benar memberikan dampak yang luar biasa. Semua negara terkena imbasnya. Termasuk juga Indonesia. Dunia usaha mulai goyang. Banyak industri-industri manufacturing sudah mulai melakukan efisiensi. Demand yg menurun tajam membuat kalangan managemen perusahaan berfikir keras bagaimana menghadapi masalah ini.

    Hal yang pertama dilakukan untuk efisiensi adalah dengan "Save cost" belanja perusahaan. Penghematan dilakukan besar-besaran.


    Bagi kalangan buruh,termasuk saya sangat terpukul dengan kondisi sekarang ini. Efek efisiensi yang dilakukan managemen perusahaan menyebabkan buruh dalam kondisi tidak menguntungkan. Tapi apa mau dikata, kita juga faham dengan kondisi sekarang ini. Tapi banyak juga buruh yang tidak mau tau kondisi saat ini. Banyak yang memprotes kebijakan perusahaan dalam efisiensi belanja perusahaan.

    Menurut para analis ekonomi, köndisi saat ini baru awal dari krisi ekonomi global. Dampak yang sesungguhnya mungkin baru terasa 6 bulan ke depan. Jadi mulai sekarang kita harus benar-benar menyiapkan diri kita. Terutama mental kita. Kita harus siap menerima kenyataan terpahit. Jika efisiensi tetap tidak bisa menutupi kerugiaan perusahaan bukan tidak mungkin PHK besar-besaran akan dilakukan. Tata hati dan mental kita untuk menghadapi ini. Ingat, Indonesia sudah pengalaman menghadapi krisis. Tahun 98 kita pernah menghadapi krisis ekonomi. Kasarannya rakyat indonesia sudah biasa hidup susah. Yang terpenting sekarang adalah menyiapkan diri kita untuk fight menghadapi krisis ini. Kita harus bersatu. Lupakan dulu warna kaos, warna kulit, agama mari bahu membahu menghadapi krisis ini. Badai pasti berlalu.

    Write by alasra (Marcelia A75)

    7/18/2008

    Tips Pacaran Jarak Jauh

    Dalam sebuah hubungan dua sejoli, yang dalam bahasa gaulnya dikatakan sebagai "Pacaran", tidaklah semulus sesuai dengan yang direncanakan. Janji yang diucapkan untuk selalu bersama dalam suka dan duka, kadang harus berbenturan dengan keadaan yang mengharuskan kita untuk meninggalkan belahan hati kita. Kerjaan , sekolah atau keluarga bisa menyebabkan kita harus jauh dari pujaan hati kita. Belum adanya ikatan suci yang dikuatkan dengan ikatan hukum yang sah menyebabkan hubungan ini rentan dengan perpisahan. Untuk itu perlu diperhatikan beberapa hal yang mungkin berguna untuk membina hubungan jarak jauh (long distance) antar dua sejoli.
    Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kelangsungan hubungan antar dua sejoli:
    1.Punya Komitmen
    Komitmen yang dimaksud dalam hubungan dua sejoli adalah adanya alur yang jelas kemana tujuan dari hubungan dua sejoli tersebut. Apakah hubungan tersebut hanya sebatas "Just for fun" atau memang mempunyai alur ke arah hubungan yang lebih serius. Kalau hanya sebatas "Just for fun" dipastikan hubungan tersebut akan sangat rentan dengan perpisahan dan sebaliknya kalau komitmen yang dibuat adalah untuk ke arah yang lebih serius,ini adalah modal awal untuk mempertahankan hubungan dalam kondisi long distance
    2.Komunikasi
    Dalam hubungan jarak jauh, komunikasi memegang peran sangat penting. Dengan adanya komunikasi yang baik akan menyebabkan hati kita selalu dekat dengan pasangan kita. Paling tidak kirimlah SMS untuk sekedar "Say Hello" atau telfonlah barang semenit atau 2 menit saja. Dengan begitu pasangan kita akan selalu ingat bahwa dia punya seseorang di seberang sana yang sedang menunggu dan merindukan dia.
    3.Saling Percaya
    Kepercayaan adalah amanat. Jadi dengan kita dipercaya berari kita diberi amanat,dan amanat wajib kita jaga. Secara psikologis orang yang diberi kepercayaan akan lebih bertanggung jawab terhadap apa yang dipercayakan kepada Dia. Akan tetapi sebaliknya, orang yang selalu dicurigai, diawasi akan berlaku seperti apa yang disangkakan kpada Dia. Dia berfikir untuk apa dia berusaha menjaga kepercayaan dari pasangannya, toh dia tetep saja di curigai dan diawasi. Kepercayaan memberikan kita kekuatan untuk selalu menjaga hubungan jarak jauh ini.
    4.Jika Ada Masalah selesaikan secepatnya, jangan biarkan berlarut-larut
    Masalah yang berlarut-larut akan menyebabkan komunikasi menjadi tidak lancar, komunikasi tidak lancar menyebabkan hubungan tidak sehat, hubungan tidak sehat berpotensi besar menjadi perpisahan. Sekedar Tips, kalau perlu buatlah kesepakatan tidak tertulis dengan pasangan kita bahwa kalau ada masalah jangan biarkan berlarut-larut, maksimal 3 hari harus selesai dengan happy ending.
    5.Mengalah bukan berarti kalah
    Konflik yang terjadi dalah sebuah hubungan akan mejadikan masing-masing merasa benar dan saling menyalahkan. Sikap merasa paling benar inilah yang harus dihindari dalam membina hubungan jarak jauh. Saat konflik terjadi, pasangan yang masih bisa mengontrol emosinya di tuntut untuk bisa mencairkan suasana. Kata "Maaf" akan sangat bermanfaat sekali untuk mencairkan suasana.Ingat mengalah bukan berarti kalah, dengan meminta maaf bukan berari kita salah dan kalah.
    6.Pahamilah kondisi pasangan kita, jangan egois!
    Kita harus tau saat-saat dimana pasangan kita sedang labil, saat dimana pasangan membutuhkan kita untuk menjadi curahan hati dia. Saat-saat dimana pasangan kita tidak bisa mengontrol emosinya. Biasanya bagi kaum hawa, saat menstruasi adalah saat dimana emosi sulit dikendalikan, yang ada hanya uring-uringan dan cari gara-gara. Maka sebagai pasangan kita dituntut untuk bisa memahaminya.

    5/21/2008

    Makhluk Tuhan Yang Paling “Seksi…si…si…”

    Makhluk Tuhan Yang Paling Seksi…si…si… di sini, adalah makhluk Tuhan yang Sempurna karena bisa berintrospeksi, bermotivasi dan berkreasi.
    Semoga ini bisa menjadi pengingat dan pemotivasi diri saya….
    Makhluk Tuhan Yang Paling “Seksi…si…si…”
    Tentu tidak asing kalau mendengar Mulan Jamille menyanyikan hit’s-nya yang berjudul Makhluk Tuhan yang Paling Seksi. Tetapi kalau saya membuat tulisan berjudul Makhluk Tuhan Yang Paling Seksi…si…si…, tentu banyak yang bertanya. Kira-kira apa yang akan diulas.

    Dalam syair lagu Mulan, seksi di sana mengandung pengertian kondisi fisik seseorang yang menggoda dan menarik perhatian. Adanya kesan, orang yang banyak digandrungi dan dielu-elukan adalah seorang yang rupawan, seksi, berpenampilan menarik, atletis, berkulit putih, dsb. Apakah orang selalu dinilai hanya dari segi fisik dan penampilan saja? Tentu tidak! Banyak hal yang membuat seseorang mempunyai nilai lebih dibandingkan sekedar fisik dan penampilan.
    Makhluk Tuhan Yang Paling Seksi…si…si… di sini, adalah makhluk Tuhan yang Sempurna karena bisa berintrospeksi, bermotivasi dan berkreasi. Kita semua adalah makhluk yang paling seksi..si..si, asalkan kita bisa membaca dan mensyukuri apa yang telah Allah berikan kepada kita.
    Coba bayangkan! Dari awal mula kita diciptakan, kita adalah makhluk terpilih yang didesain sebagai makhluk sempurna. Dalam rahim seorang ibu, dari sekian ratus juta calon manusia yang bersaing memperebutkan sebuah sel telur, kitalah yang terpilih. Terpilih sebagai pemegang amanah menjadi khalifah di bumi Allah ini. Bukan hanya itu saja, kita tercipta dengan desain sangat sempurna. Betapa tidak? Tubuh manusia tersusun atas banyak sel (diperkirakan 100 trilyun sel). Dengan tiap-tiap sel memiliki inti sel (kecuali sel darah merah). Bahkan, sebuah penelitian menemukan bahwa di dalam inti sel manusia terdapat 23 pasang kromosom yang tersusun atas basa-basa DNA (DNA adalah materi genetik yang membawa informasi yang dapat diturunkan dari orang tua ke anak). DNA memiliki alphabet basa, yaitu Adenin (A), Citosine (C), Guanin (G), dan Timin (T). Dalam kenyataan, basa-basa DNA tersebut akan saling berpasangan (A dengan T, C dengan G). Mengutip pendapat dari Ari Ginanjar Agustian (2005: 136) mengatakan, “…. Jika DNA dalam setiap tubuh manusia direntangkan, maka panjangnya akan melebihi 600 kali jarak bumi dan matahari!....”. Subhanallah…. Luar…biasa….! Selain itu, kita diberi bentuk yang sempurna dibandingkan makhluk Allah yang lain.
    “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”
    (QS At Tiin, 95:4)
    Kita juga dibekali nurani agar kita bisa introspeksi siapa kita ini, dari mana kita, karena kehendak siapa kita ada, apa tujuan kita di dunia ini, dan kemana kita nanti akan kembali. Semuanya itu untuk menuntun kita agar tidak tersesat dalam menjalankan amanah sebagai pemakmur bumi Allah. Dalam penciptaannya, manusia juga dibekali akal, agar kita mampu befikir dengan baik dan bijak; menghasilkan ide-ide yang bermanfaat bagi kemakmuran bersama; serta tumbuh motivasi dalam diri untuk hidup lebih baik dan maju dari sebelumnya. Adanya motivasi dalam diri akan membuat hidup jadi lebih hidup. Seseorang yang menyadari dirinya sebagai makhluk yang telah dibekali kesempurnaan dalam penciptaan, maka akan tumbuh kekuatan sekaligus motivasi yang maha dahsyat. Ary Ginanjar Agustian (2005: 135), Dengan keberanian dan kekuatan yang berlandaskan iman, maka akan tercipta kesejatian diri yang bernilai tinggi. Iman yang telah mengetuk kesadaran jati diri sebagai hamba sekaligus “khalifatullah” itu tidak akan membiarkan peluang berlalu tanpa arti. Dunia adalah asset, amanah, sekaligus ujian yang penuh tantangan menggairahkan bagi setiap mukmin. Dunia adalah wujud pembuktian kualitas diri manusia.
    Upaya pembuktian kualitas diri tersebut, manusia dituntut untuk mampu berkreasi, menghasilkan karya. Karya bagi diri sendiri, keluarga maupun masyarakat luas. Jangan sekali-sekali meremehkan diri untuk berkreasi, karena kita telah cukup memiliki modal. Jangan sia-siakan kepercayaan yang telah diamanahkan. Kita dirancang dan diciptakan untuk meraih kemenangan. Berkreasilah dengan tulus, ikhlas, dan jujur. Ingatlah, bahwa kita berkreasi karena Allah, jadikan sebagai ibadah kepada-Nya. Berprestasilah setinggi-tingginya!!! “Bangun kepercayaan dari dalam diri jangan karena penampilan fisik, iman Andalah yang akan memancarkan kharisma diri Anda.”
    Kamulah Makhluk Tuhan Yang Tercipta Yang Paling Seksi…si…si…
    “Bukan titik yang menyebabkan tinta, melainkan tinta yang menyebabkan titik. Bukan cantik yang menyebabkan cinta, melainkan cintalah yang menyebabkan cantik”
    Ary Ginanjar Agustian. 2005. ESQ. Jakarta: Penerbit Arga
    Campbel, Neil A., 2004. Biologi. Jakarta: Erlangga
    Parlindungan Marpaung. 2006. Setengah Isi Setengah Kosong. Bandung: MQS Publishing

    Written by : AL-ASRA

     

    Al-asra Blog Copyright © 2009 Template Designed by Bie